Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 28 Juni 2010

CONTOH INTERAKSI OBAT DALAM RESEP

CONTOH INTERAKSI OBAT DALAM R/

R/ I

Captopril

Clonidin

Dicynon

Transamin

Pycin

Vitamin C

Panso

Neulin

Cepiran

Neurobion

Ranitidine

Interaksi Obat :

Captopril

- alopurinol : resiko besar untuk hipersensitifitas dengan coadministration

- antasid : mungkin menurunkan bioavailabilitas dari kaptopril

- capsaicin : batuk kemungkinan bertambah parah

- digoksin : menaikkan tingkatan digoksin

- makanan : menurunkan bioavailabilitas dari kaptopril

- indometasin : bisa mengurangi efek hipotensif

- lithium : menaikkan kadar lithium dan kemungkinan terjadi gejala keracunan lithium

- Phenothiazine : kemungkinan menaikkan efek kaptopril

- Probenecid : menaikkan kadar kaptopril dalam darah dan menurunkan total klirens.

Clonidin

- efek antihipertensi dipertinggi oleh oleh diuretika, vasodilator, dan ß-bloker.

- menurunkan detak jantung dan disritmia dengan ß-bloker dan atau glikosida jantung.

- pengurangan efek menurunkan tekanan darah jika digunakan dengan antidepresan trisiklis

Dicynon (etamsilat)

---

Transamin (Asam Traneksamat)

resiko penggumpalan darah meningkat jika digunakan dengan kontrasepsi oral yang mengandung Estrogen.

Pycin [sulfamicin (ampisilin + sulbaktam)]

Dengan Obat Lain :

Meningkatkan efek toksik:

1. Disulfiran dan probenezid kemungkinan meningkatkan kadar ampisilin.

2. Warfarin kemungkinan dapat meningkatkan kadar ampisilin

3. Secara teori, jika diberikan dengan allopurinol dapat meningkatkan efek ruam.

Menurunkan efek:

Dicurigai ampisilin juga dapat menurunkan efek obat kontrasepsi oral.

Dengan Makanan :

Makanan dapat menurunkan tingkat absorbsi ampisillin, sehingga kemungkinan akan menurunkan kadar ampisillin.

Vitamin C

Dengan Obat Lain :

Meningkatkan efek / toksisitas : asam askorbat meningkatkan absorpsi besi dari saluran cerna. Bila asam askorbat diberikan bersama kontrasepsi oral maka akan meningkatkan efek kontrasepsi. Menurunkan efek : asam askorbat dapat menurunkan level fluphenazine, asam askorbat bila diberikan dengan warfarin maka akan menurunkan efek antikoagulan.

Panso (Pantoprazole)

Dapat mempengaruhi penyerapan obat-obat yang absorbansinya tergantung dari pH (Ketokonazol)

Neulin (Citicoline)

---

Cepiran

---

Neurobion

Mengurangi efek levodopa

Ranitidine

Dengan Obat Lain :

Meningkatkan efek/toksisitas siklosporin (meningkatkan serum kreatinin), gentamisin (blokade neuromuskuler), glipizid, glibenklamid, midazolam (meningkatkan konsentrasi), metoprolol, pentoksifilin, fenitoin, kuinidin, triazolam. Mempunyai efek bervariasi terhadap warfarin. Antasida dapat mengurangi absorpsi ranitidin. Absorpsi ketokonazol dan itrakonazol berkurang; dapat mengubah kadar prokainamid dan ferro sulfat dalam serum, mengurangi efek nondepolarisasi relaksan otot, cefpodoksim, sianoklobalamin (absorpsi berkurang), diazepam dan oksaprozin, mengurangi toksisitas atropin. Penggunaan etanol dihindari karena dapat menyebabkan iritasi mukosa lambung.

Dengan Makanan :

Makanan tidak mengganggu absorpsi ranitidin.

INTERAKSI DARI R/ I

Interaksi antara captopril dan ranitidine menyebabkan neuropati.

R/ II

ISDN

Simvastatin

Terfacef seftriaxon

Metronidazol

Nasta

Panso

Vitamin C

Cipro

Dopamine

Interaksi Obat :

ISDN

Dengan Obat Lain :

Penginduksi CYP3A4: Penginduksi CYP3A4 dapat menurunkan kadar/efek isosorbid dinitrat. Contoh obat ini adalah aminoglutethimid, karbamazepin, nafsilin, nevirapin, fenobarbital, fenitoin, and rifamisin.

Penghambat CYP3A4: Dapat meningkatkan kadar/efek isosorbid dinitrat. Contoh obat ini adalah antifungi golongan azol, kalritromisin, diklofenak, doksisiklin, eritromisin, imatinib, isoniazid, nefazodon, nikardipin, propofol, penghambat protease,kuinidin, telithromisin, dan verapamil. Sildenafil, tadalafil, vardenafil: Menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik bila digunakan bersama (kontraindikasi), harus diberi interval 24 jam.

Etanol: dapat meningkatkan risiko hipotensi.

Metotreksat : Meningkatkan toksisitas Metotreksat dengan menurunkan eliminasi di ginjal.


Dengan Makanan :

Obat ini bisa diberikan tanpa terpengaruh oleh adanya makanan.

Simvastatin

Dengan Obat Lain :

Efek Cytochrome P450: substrat CYP3A4 (mayor); menghambat CYP2C8/9 (lemah), 2D6 (lemah)

Meningkatkan efek/toksisitas : resiko myopathy/rhabdomyolyis dapat meningkat dengan pemberian bersama senyawa penurun lipid yang dapat menyebabkan rhabdomyolysis (gemfibrozil, turunan asam fibrat atau niasin pada dosis = 1 g/ hari),atau selama penggunaan bersama inhibitor CYP3A4 kuat .

Inhibitor CYP3A4 dapat meningkatkan efek/kadar simvastatin;contoh inhibitor meliputi:antifungi golongan azol,klaritromisin,diklofenak,doksisiklin, eritromisin,imatinib,isoniazid,nefazodon,nicardipin,propofol,inhibitor protease,kuinidin, telitromisin dan verapamil.Dalam jumlah besar ( > 1 quart/hari, 1 quart = 0,9463 L), jus grapefruit dapat meningkatkan serum konsentrasi simvastatin, meningkatkan risiko rhabdomyolysis. Pada umumnya penggunaan bersama dengan inhibitor CYP3A4 tidak direkomendasikan; produsen merekomendasikan pembatasan dosis simvastatin hingga 20 mg/hari jika digunakan dengan amiodaron atau verapamil, dan 10 mg/hari jika digunakan dengan siklosporin,gemfibrozil atau turunan asam fibrat.

Efek antikoagulan warfarin dapat ditingkatkan oleh simvastatin. Efek penurun kolesterol aditif bila digunakan bersama dengan golongan sekuestran asam empedu (kolestipol atau kolestiramin). Menurunkan efek: Jika digunakan dalam 1 jam sebelum atau hingga 2 jam sesudah kolestiramin, penurunan absorpsi simvastatin dapat terjadi.

Dengan Makanan :

Hindari penggunaan etanol yang berlebihan (potensial mengakibatkan efek hepatik) Konsentrasi serum simvastatin dapat ditingkatkan jika digunakan dengan jus grapefruit ; hindari penggunaan bersama dengan jus dalam jumlah besar ( > 1 quart/hari, 1 quart = 0,9463 L) St. John’s wort dapat menurunkan efek simvastatin.

Terfacef (Seftriaxon)

Dengan Obat Lain :

Chephalosporin : menigkatkan efek antikoagulan dari derivat kumarin(Dikumarol dan Warfarin)

Agen urikosurik: (Probenesid, Sulfinpirazon) dapat menurunkan ekskresi sefalosporin, monitor efek toksik.

Metronidazol

Dengan Obat Lain :

Efek Cytochrome P450 : menghambat CYP2C8/9 (lemah), 3A4 (moderate)

Meningkatkan efek/toksisitas : Etanol dapat menyebabkan reaksi seperti disulfiram. Warfarin dan metronidazol dapat meningkatkan bleeding time (PT) yang menyebabkan perdarahan. Simetidin dapat meningkatkan kadar metronidazol.

Metronidazol dapat menghambat metabolisme cisaprid, menyebabkan potensial aritmia; hindari penggunaan secara bersamaan. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas lithium. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas benzodiazepin tertentu, calcium channel blocker, siklosporin, turunan ergot, HMG-Coa reduktase inhibitor tertentu, mirtazapine, nateglinid, nefazodon, sildenafil ( dan PDE-5 inhibitor yang lain), takrolimus, venlafaxine, dan substrat CYP3A4 yang lain.

Menurunkan efek: fenobabital, fenobarbital (inducer enzim yang lain), dapat menurunkan efek dan waktu paro metronidazol

Dengan Makanan :

Konsentrasi puncak serum antibiotik diturunkan dan terjadi delay (terlambat), tetapi jumlah total obat yang diabsorbsi tidak dipengaruhi.

Nasta

Panso

Dapat mempengaruhi penyerapan obat-obat yang absorbansinya tergantung dari pH (Ketokonazol)

Vitamin C

Dengan Obat Lain :

Meningkatkan efek / toksisitas : asam askorbat meningkatkan absorpsi besi dari saluran cerna. Bila asam askorbat diberikan bersama kontrasepsi oral maka akan meningkatkan efek kontrasepsi. Menurunkan efek : asam askorbat dapat menurunkan level fluphenazine, asam askorbat bila diberikan dengan warfarin maka akan menurunkan efek antikoagulan.

Ciprofloxacin

Dengan Obat Lain :

Meningkatkan efek:

Meningkatkan efek toksik dari substrat CYP1A2 (seperti; aminofilin, fluvoxamine, mexiletin, mirtazapin, ropinirol, trifluoperazin), gliburid, metotreksat, ropivacaine, teofilin, dan warfarin. Jika digunakan dengan kortikosteroid maka akan dapat meningkatkan kerusakan tendon. Jika digunakan dengan foscarnet dapat meningkatkan efek kejang. Probenezid kemungkinan meningkatkan kadar siprofloksasin.

Menurunkan efek:

Antasida, suplemen elektrolit oral, quinapril, sukralfat, kemungkinan juga siprofloksasin dapat menurunkan kadar fenitoin

Dengan Makanan :

Makanan (kalsium yang ada dalam sari buah, multivitamin dan mineral)kemungkinan menganggu penyerapan siprofloksasin pada saluran cerna akibat efek kation divalen dan trivalen.Sebaiknya obat digunakan 2 jam sebelum makan atau 6 jam setelah makan. Jika siprofloksasin dalam bentuk obat lepas lambat, digunakan 4 jam sebelum makan dan 6 jam setelah makan. Kofein (dari kopi), jika dikonsumsi bersamaan dengan siprofloksasin dapat meningkatkan efek detak jantung yang berlebihan atau stimulasi SSP meningkat.

Dopamine

Dengan Obat Lain :

Meningkatkan efek/toksisitas : efek dopamin diperpanjang dan ditingkatkan oleh MAO inhibitor; alpha dan beta-adrenergic blockers, cocaine, anestetik umum, metilldopa,fenitoin, reserpin dan antidepresan trisiklik. Menurunkan efek: Efek antidepresan trisiklik diturunkan jika digunakan bersama dengan dopamin. Efek hipotensif guanetdin hanya berefek sebagian; memerlukan simpatomimetik kerja langsung.

INTERAKSI DARI R/ II

Tidak ada interaksi.


R/ III

ISDN

Pronalges

Ceftriaxon

Neurobion 5000

Nausea amp

Vitamin C

Dicynon amp

Vitamin K

Transamin

Interaksi obat

ISDN

Dengan Obat Lain :

Penginduksi CYP3A4: Penginduksi CYP3A4 dapat menurunkan kadar/efek isosorbid dinitrat. Contoh obat ini adalah aminoglutethimid, karbamazepin, nafsilin, nevirapin, fenobarbital, fenitoin, and rifamisin.

Penghambat CYP3A4: Dapat meningkatkan kadar/efek isosorbid dinitrat. Contoh obat ini adalah antifungi golongan azol, kalritromisin, diklofenak, doksisiklin, eritromisin, imatinib, isoniazid, nefazodon, nikardipin, propofol, penghambat protease,kuinidin, telithromisin, dan verapamil. Sildenafil, tadalafil, vardenafil: Menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik bila digunakan bersama (kontraindikasi), harus diberi interval 24 jam.

Etanol: dapat meningkatkan risiko hipotensi.

Metotreksat : Meningkatkan toksisitas Metotreksat dengan menurunkan eliminasi di ginjal.


Dengan Makanan :

Obat ini bisa diberikan tanpa terpengaruh oleh adanya makanan.

Pronalges (Ketoprofen)

Dengan Obat Lain :

Obat antikoagulan & antitrombosis : Sedikit memperpanjang waktu prothrombin & Waktu thromboplastin parsial. Jika Pasien menggunakan antikoagulan (warfarin) atau zat thrombolitik (streptokinase), waktu prothrombin harus dimonitor.

Lithium : Meningkatkan toksisitas Lithium

Obat yg terikat pada protein plasma : Menggeser ikatan dengan protein plasma, sehingga dapat meningkatkan munculnya efek samping

Obat Diuretik : Meningkatkan risiko kerusakan ginjal

AINS : Meningkatkan efek samping

Probenesid : meningkatkan toksisitas Ketorolac.

Metotreksat : Meningkatkan toksisitas Metotreksat dengan menurunkan eliminasi di ginjal.


Ceftriaxon

Dengan Obat Lain :

Chephalosporin : menigkatkan efek antikoagulan dari derivat kumarin(Dikumarol dan Warfarin)

Agen urikosurik: (Probenesid, Sulfinpirazon) dapat menurunkan ekskresi sefalosporin, monitor efek toksik.

Neurobion

Mengurangi efek levodopa

Nausea amp

Analgesik opiat dapat meningkatkan depresi sistem saraf pusat. Hindari alkohol karena dapat meningkatkan depresi sistem saraf pusat.

Vitamin C

Dengan Obat Lain :

Meningkatkan efek / toksisitas : asam askorbat meningkatkan absorpsi besi dari saluran cerna. Bila asam askorbat diberikan bersama kontrasepsi oral maka akan meningkatkan efek kontrasepsi. Menurunkan efek : asam askorbat dapat menurunkan level fluphenazine, asam askorbat bila diberikan dengan warfarin maka akan menurunkan efek antikoagulan.

Dicynon (etamsilat)

---

Vitamin K

Dengan Obat Lain :

Fitonadione dapat mengurangi efek koagulan warfarin, pemberian fitonadione secara oral tidak diabsorpsi dengan baik jika diberikan bersamaan dengan orlistat.

Transamin (Asam Traneksamat)

resiko penggumpalan darah meningkat jika digunakan dengan kontrasepsi oral yang mengandung Estrogen.

INTERAKSI DARI R/ III

Interaksi antara seftriakson dan dicynon menyebabkan kemungkinan terjadinya keracunan seftriakson pada pasien dengan gangguan ginjal (menghambat ekskresi).


R/ IV

Cefizox seftizoksim

Tranexid

Vitamin K

Dcynon

Panso

Neurotam

Interaksi Obat :

Cefizox (seftizoksim)

Pemberian bersama-sama dengan aminoglikosida dapat mengakibatkan inaktivasi. Bila diberikan bersamaan sebaiknya diinjeksikan pada tempat (bagian tubuh) yang berbeda. Jangan mencampur kedua obat ini dalam kantong atau botol infus yang sama.

Dengan vancomycin dapat terjadi pengendapan sehingga untuk pemberian dengan infus harus dibilas terlebih dahulu bila menggunakan selang yang sama.

Tranexid

resiko penggumpalan darah meningkat jika digunakan dengan kontrasepsi oral yang mengandung Estrogen.

Vitamin K

Dengan Obat Lain :

Fitonadione dapat mengurangi efek koagulan warfarin, pemberian fitonadione secara oral tidak diabsorpsi dengan baik jika diberikan bersamaan dengan orlistat.

Dicynon (etamsilat)

---

Panso (Pantoprazole)

Dapat mempengaruhi penyerapan obat-obat yang absorbansinya tergantung dari pH (Ketokonazol)

Neurotam

Pemberian bersama dengan ekstrak tiroid, menyebabkan confusion, iritabilitas dan gangguan tidur.

INTERAKSI DARI R/ IV

Interaksi antara seftriakson dan dicynon menyebabkan kemungkinan terjadinya keracunan seftriakson pada pasien dengan gangguan ginjal (menghambat ekskresi).

Dapus…..

Ganiswarna G.Sulistia, 1995, “Farmakologi dan Terapi” Edisi 4, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

OOP

IONI

Cape….deh….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar